web analytics

Program LFB Sekolah Tahfidz Balita KurmaQu di Batalyon Kavaleri 5, Malang

sekolah tahfidz balita tk playgroup taud kurmaqu yonkav tank
sekolah tahfidz balita kuttab rumah quran yonkav suasana dalam tank
sekolah tahfidz balita kuttab rumah quran bus sekolah departemen pendidikan yonkav suasana akan berangkat
sekolah tahfidz balita kuttab rumah quran yonkav bus sekolah departemen pendidikan suasana dalam bis yonkav
sekolah tahfidz balita taud kuttab rumah quran tk playgroup yonkav outbond
sekolah tahfidz balita tk playgroup kuttab rumah quran yonkav naik tank bersama tentara

Assalamu’alaikum sahabat KurmaQu,

Kali ini, admintaud akan memberikan sedikit ulasan, terkait program LFB sekolah tahfidz balita TAUD KurmaQu ke YonKav (Batalyon Kavaleri 5) Malang.

Sebelum itu, kami akan menjelaskan terlebih dahulu kepada sahabat KurmaQu tentang apa yang dimaksud program LFB.

LFB adalah sebuah program unik yang kami gagas di SEKOLAH KURMAQU. LFB adalah singkatan dari Learn From The Best. LFB adalah sebuah program kerja sekolah tahfidz balita TAUD KurmaQu agar anak-anak merasakan pengalaman belajar langsung kepada para ahli dibidangnya. LFB memantik rasa ingin tahu yang besar pada anak usia dini, karena mereka berpikir secara konkret, maknanya adalah terlihat dan bisa diraba. Kostelnik sebagaimana dikutip oleh Khaironi, Mulianah mengatakan,

“development in the cognitive domain that is, the maturation of processes and products of the human mind that
lead to “knowing” -is a complex process that impacts significantly and continuosly on all other domains of development.” (Kostelnik et al., 1999: 332 dikutip dari (Khaironi, Mulianah.,2018:6)

Artinya, Perkembangan domain kognitif adalah kematangan proses dan produk dari pikiran manusia yang membimbing kepada rasa ingin tahu. Ini adalah proses yang kompleks yang sangat berdampak secara berkelanjutan pada seluruh bidang perkembangan (anak).

Rasa ingin tahu pada anak usia dini adalah salah satu bentuk sikap kreatif. Sebagaimana yang disampaikan Susanto (Susanto, 2014: 121-123),

“Sikap kreatif, meliputi: anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak bertanya dan senang mencoba hal-hal yang baru, anak tertarik untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan guru, anak senang dan untuk mengeluarkan pendapatnya, tidak mudah terpengaruh, dan memiliki pendirian yang kuat.”

Nah tergambar khan pentingnya LFB pada anak usia dini?. Tujuan besarnya adalah semakin membuat anak penasaran dan ingin tahu lebih banyak lagi tentang suatu profesi.

Terakhir tidak lupa kami ucapkan banyak terima kasih kepada:

      1. Ustadzah Feren (guru playgroup) dan mbak Eni (Admin) yang telah menjadi korlap kegiatan ini
      2. Para ustadzah dan tim TAUD KurmaQu yang bekerjasama dengan baik agar kegiatan ini terlaksana
      3. Pengurus Ikatan Guru dan Walisantri (IGWS) Taud KurmaQu periode 2023/2024 yang banyak sekali memudahkan kegiatan ini terlaksana
      4. Departemen Pendidikan Kota Malang yang telah memberikan tumpangan 3 mobil Elf untuk berangkat dan pulang kembali dari Yonkav
      5. Semua jajaran bapak-bapak tentara di Yonkav 5 Malang karena telah mengizinkan anak-anak berkunjung untuk mendapatkan pengalaman berharga terkait kendaraan dan alat-alat perang.

    Referensi.

        1. Khaironi, Mulianah. “Perkembangan anak usia dini.” Jurnal Golden Age 2.01 (2018): 01-12.
        2. Kostelnik, M. J., et al. (1999). Developmentally Appropriate Curriculum. Upper Saddle River: Prantice-Hall.
        3. Susanto, Ahmad. (2014). Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Prenadamedia Group.

      Tinggalkan Komentar

      Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

      Scroll to Top